Room Service

Cerita di bawah ini mengandung unsur pelecehan sexual...
Cerita di bawah ini , hanya karangan hasil kayalan penulis yang kratif penuh imajinasi jorok .
Cerita di bawah ini dilindungi undang undang Akhirat , dan di lindung Hukum karma .
Dilarang keras mengutip , mengcopi , menilep sebagian , apa lagi semuanya .
Baca dengan resiko sendiri .
__________________
Akibat terlalu lama chatting di YM , dengan Dante , maka muncul ide cerita ini . Dasar si Dante itu mupeng , dari cerita cerita soal yang jorok jork dia bilang " zonot , ini ide buat cerita seru eloe .." .
Gua pikir oke juga sih , kebeneran , di kepala gua lagi gak ada ide jorok .
maka , gua karang cerita ini .
So thanks to bro Dante...

Note : Kalau ceritanya gak bagus , complain harap di tujukan ke bro Dante ..
Kalau ceritanya bagus , Thanks harap di tujukan ke zonot..
__________________

Linda baru saja , menyelesaikan studinya di salah satu , universitas pariwisata . Linda kini kerja praktek . Sesuai dengan yang di pelajari selama ini , Linda memilih kerja di sebuah hotel bungalow di daerah jawa barat , di kota yang terkenal dengan sebutan Paris van Javanya itu .

Bungalow yang terletak di kaki gunung itu memang menjadi pilihan Linda . Linda menjadi room servis di bungalow tersebut . Memang bukan jabatan yang bisa di banggakan , tapi dia tak bisa terlalu memilih , toh hanya kerja praktek sementara .

Usianya belum genap 22 tahun , Linda masih muda dan cantik . Tubuhnya langsing , dengan buah dada yang tak terlalu besar . Kulitnya putih mulus dengan rambut yang sebahu , kadang di ikat jadi satu membentuk ekor kuda , kadang di biarkan terurai dengan bando di kepalanya . Linda sepintas terlihat mirip ABG berusia 17 tahunan .

Linda selama ini dikenal temannya sebagai gadis yang kuper dan pemalu , jarang sekali mau ikut temannya , bepergian . Dia lebih senang berdiam diri dirumah . Pernah sekali Linda punya pacar sewaktu kelas tiga SMU , tapi kisah kasih itu hanya seumur jagung . Dari masuk kuliah hingga tiga tahun ke depan , Linda terus sendiri .

Tapi jauh dalam lubuk hatinya Linda sebenarnya mengharapkan punya seorang kekasih . Linda juga sering berfantasi soal sex yang agak liar . Tapi tak pernah di ungkapkannya . Entah mungkin terpengaruh oleh film film biru yang kadang di tontonnya .
Kalau fantasinya berlangsung dia menjadi birahi , maka dia akan melakukan masturbasi untuk memuaskan dirinya sendiri .

>>>

Hari itu , kira kira jam 7.00 malam , saat Linda berjalan menuju dapur di hotel itu , Linda melewati beberapa rumah bungalow sewaan itu . Dia menghentikan langkahnya , ketika kupingnya yang indah itu menangkap suara suara manja dari seorang gadis . Linda mencari sumber suara itu , dan dia menemukan sebuah bungalow dengan jendela yang tak tertutup rapat .

Dari celah jendela itu Linda melihat sepasang manusia berlainan jenis sedang melakukan foreplay . Mereka melakukan oral sex dengan gaya 69 . Wajah si gadis cantik menghadap jendela itu , dengan mulutnya asik mengulum penis besar milik seorang pria setengah baya yang tidur terlentang di atas ranjang itu .

Linda melihat adegan itu dengan hati berdegup , ini pertama kali dia melihat adegan itu secara langsung . Walau sering melihat adegan seperti itu di film biru , tapi sekarang adegan langsung itu membuat kakinya bergetar . Adegan itu terus berlangsung di mana si gadis itu tampaknya agresif sekali melumat penis pria itu . Kepalanya naik turun , membuat penis itu semakin tegang keluar masuk mulut gadis itu .

Birahi Linda pun naik dan terasa vaginanya menjadi lembab. Linda menghentikan intipannya . Kepalanya bergerak ke kiri dan kekanan , Dia pun kawatir , ada orang lain yang melihatnya .

Linda memutuskan meninggalkan tempat itu . Tapi kemudian , suara desahan desahan gadis itu membuat dia membatalkan niatnya . Kembali kepalanya menoleh ke kiri dan kekanan , memastikan keadaan sekelilingnya aman .

Linda pun kembali mengintip dari celah jendela itu . Dan kini Linda di suguhkan adegan utamanya . Saat tubuh wanita itu berada di atas tubuh pria itu . Dan penis besar pria itu terlihat jelas berada di vagina gadis itu , keluar masuk . Gadis itu terus mendesah desah kenikmatan . Linda pun semakin terangsang .

Linda tidak dapat sepenuhnya menikmati adegan langsung itu , sebentar sebentar dia menoleh ke kiri dan kekanan , memastikan keadaan sekeliling aman . Tapi walau begitu Linda terangsang sekali . Menit demi menit berlalu sampai akhirnya , tubuh pria itu mengejang menikmati sex mereka .

Linda segera berlalu dari tempat itu , dia ke dapur sesuai rencana semula . Dia menemui seorang teman nya . Yang sama sama praktek kerja di sana . “ eh , Lin , eloe udah ganti shif yah ..” tanya Susan temannya itu . “ iyah , eloe ..” tanya Linda . “ bentar lagi deh , tanggung .. “ kata Susan yang masih di dapur mendapat tugas membersihkan piring .
“ eh.. yah udah kunci kamar mana ..gua mau mandi dulu ..” kata Linda .

Setelah mendapatkan kunci kamarnya dari Susan , Linda pun ke kamarnya . Susan teman sekamar Linda di temat kerja prakteknya itu . Mereka di beri tempat sebuah rumah di belakang bungalow itu . Rumah yang cukup besar dengan lima kamar . Setiap kamar di isi oleh dua mahasiswa .

Linda masuk ke rumah itu , beberapa rekannya menyapanya . “ Lin .. cepe yah ..” kata seorang temannya . “ yah lumayan lah .. “ jawab Linda . “ eloe gantian sama siapa , shif siapa sekarang ..” tanya temannya lagi . “ oh si Jeni ..” jawabnya sambil memutar anak kunci pintu kamarnya . Setelah pintu terbuka Linda masuk ke kamarnya . “ eh gua mau mandi dulu yah..” katanya lalu menutup pintu kamarnya .

>>>

Linda bediri di hadapan cermin di depan kamarnya . Dia melepas bajunya . Baju seragam hotel itu , kemeja putih , dan rok hitam . Lalu branya yang pink terlepas , buah dadanya yang yang hanya sekepalan pria dewasa itu tampak menawan dengan lingkar agak kemerahan , serta putting yang kecil . Putting itu tampak menonjol sedikit karena desakan birahi Linda .

Tangannya perlahan meraba sendiri buah dadanya , matanya terpejam saat jarinya meraba putting susunya sendiri . Rasa nikmat segera dirasakannya .

Tangan yang sebelahnya pun menyusup masuk ke balik celana dalam yang berwarna senada dengan branya . Sambil mengatup bibirnya rapat , jarinya merabai vaginanya sendiri .

Sesaat kemudian Linda berbaring di atas ranjangnya , lalu perlahan melepas celana dalam pinknya . Kakinya pun membuka lebar . Vaginanya yang basah , bukit vaginanya , dengan bulu bulu halus , terlihat merangsang untuk di nikmati . Jarinya segera merabai bibir kemaluannya yang rapat itu .

Jari Linda bergerak ke atas dan kebawah . semakin lama gerakkan jarinya kian cepat . Pikirannya melayang berfantasi , dirinya sedang bercumbu hebat dengan seorang cowok . Semua itu membuat Linda semakin birahi , vaginanya tampak semakin basah sekali ..

Pantat gadis itu tiba tiba terangkat , dia menahan sebentar lalu terlihat tubuhnya bergetar beberapa kali , kemudian pantat sexynya terhempas kembali ke ranjangnya .

>>>

Linda hari itu tampak seperti biasa , mendorong troly membawakan makan atau minuman kepada tamu yang menginap di bungalow tersebut . Merapikan kamar bungalow , jika tamu sudah chek out dan lainnya .Selebihnya dia hanya menunggu perintah dari atasannya . Sampai jam kerjanya berakhir.

Malam itu setelah tugasnya selesai dan temannya sudah mengambil shiftnya . Linda berniat kembali ke kamarnya . Dia pun melewati bungalow yang kemarin dia mengintip .
Tamu yang menginap itu baru akan chek out esok hari .

Saat Linda melintas , jendala kamar itu malah terbuka lebar membiarkan semilir angin gunung menyejukkan kamar itu . Linda terus saja lewat dan menoleh ke arah jendela itu . Pria setengah baya itu menatapnya . Linda pun agak grogi lalu menyapa dengan sopan “ maaf , pak ..selamat malam..”

“ malam…. “ jawab pria itu sambil duduk di sofa dengan gadis muda duduk di sebelahnya yang memakai lingeri putih itu . Linda segera berlalu . “ ah .. dia pasti habis main .. atau belum mulai yah ..” demikian katanya dalam hati . “ wah ..gua udah gila nih ..koq jadi mau ngintip aja sih …” ujarnya dalam hati .

>>>

Jam 8.30 malam , setelah Linda selesai mandi dia keluar dari kamarnya . Kebenaran malam itu teman sekamarnya mendapat shitf malam , menggantikan temannya yang lain , yang sedang tidak enak badan .

Kakinya melangkah menuju bungalow yang di sewa pria setengah baya dengan seorang gadis muda itu . Jendela kamar itu sekarang tertutup . Tapi tidak terlalu rapat . Jantungnya kembali berdegup , saat dia mendengar suara erangan pelan gadis itu .
Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan , setelah yakin semua aman dia mendekatkan kepalanya , matanya membuka lebar mengintip dari celah jendela itu .

Kembali Linda menonton adegan sex live show . Kali ini , pria itu tengah menindih gadis muda itu dengan penis yang bergerak cepat di dalam vagina gadis muda itu . Udara sejuk di sana menjadi panas untuk Linda , birahinya terbakar , Linda menjadi sangat hot . Yakin hari sudah malam dan keadaan sepi , Linda menjadi leluasa menonton tayangan itu.

Tanpa di rasanya , sepasang mata sedang mengamatinya . Linda masih terlihat asik dengan tontonannya , sampai suara pria itu melenguh panjang menikmati orgasmenya .
Tontonan selesai . Linda membalikkan badannya dan dia terkejut melihat seorang cowok yang muda sedang berada di depannya sekarang.

“ eh eh .. selamat malam pak ..” katanya terbata . Lalu Linda segera berjalan dengan kepala tertunduk . Cowok itu pun mengikutinya . Setelah agak menjauh dari bungalaw tersebut , cowok itu memanggilnya . “ eh maaf .. bisa minta tolong , saya minta air putih ..” .

Linda menghentikkan langkahnya , “ maaf pak , shif saya telah selesai , coba bapak telp ke room servis aja ..” . “ yah , tapi saya telp , gak di angkat ..tolonglah .. “ katanya sambil tersenyum . Linda pun mengangguk , “ baik.. bapak di nomer berapa ? “ . Pria itu menunjuk bungalow nya yang terletak tak jauh dari bungalow tempat Linda mengintip .

>>>

Linda pun berdiri di depan pintu bunglow dengan membawa baki dan setermos air . Linda mengetuk pintu bungalow itu . Dan Pintu itu terbuka . Linda masuk dan meletakkan baki dengan setermos air itu di atas meja . “ silahkan pak “. kata Linda .
“ terima kasih ..” jawab pria muda itu . Linda pun melangkahkan kaki hendak meninggalkan bungalow tersebut .

“ eh omong omong kamu suka mengintip yah ..” kata pria itu tiba tiba . “ eh .. ah ..ma maksud bapak , apa ..” tanya Linda dengan grogi . “ loh yang tadi itu ..memang kamu lagi ngapain , mengintip dari jendela khan ..” kata pria itu lagi . “ eh anu pak , tadi saya dengar suara , lalu saya lihat , kalau kalau ada sesuatu yang terjadi di kamar itu ..” jawab Linda .

Pria muda tersenyum ,” koq lama lihatnya , memang apa yang terjadi di dalam sana ..”. Linda hanya diam , menatap pria itu . “ gak apa apa koq , saya cuma kesal , itu jatah saya , seharusnya saya yang ngintip..” kata pria itu dengan senyumnya yang menawan .

Linda di buatnya binggung dengan perkataannya.

“ omong omong kamu suka juga ngintip yah ..” tanya cowok itu lagi . “ eh ..enggak koq sungguh tadi saya tidak sengaja “ . jawab Linda .
Cowok itu tersenyum lagi , “ nama saya Herbert , boleh tahu nama kamu siapa ?..” Linda menatap pria itu , dalam hati Linda bertanya tanya , apa maunya pria ini . Linda pun menjawab “ saya Linda..” .

“ Oh , Linda nama yang cantik , sesuai dengan orangnya ..” kata pria itu . “ selamat malam , pak ..” kata Linda lalu membalikkan badan hendak meninggalkan bungalow tersebut .

“ Linda , tadi kamu bilang shift kamu sudah selesai , jadi apa salahnya kita berbicara , soal hobby kita , kebetulan saya sendiri di sini..” kata Herbert . Maksud bapak ..” kata Linda , dan menahan langkahnya .

“ yah soal hobby ngintip kamu , kita bisa bertukar pengalamankan ..” kata Herbert . “ saya sudah bilang tadi , saya tidak punya hobby ngintip , tadi saya gak sengaja pak..” kata Linda. “ oh , sengaja atau tidak , tapi kan setidaknya kamu bisa cerita , apa rasanya ..” kata Herbert lagi . “ saya tidak mengerti maksud bapak ., selamat malam pak “ kata Linda lalu berjalan ke arah pintu .

>>>

“ Linda , tolonglah , saya benar benar butuh seseorang untuk di ajak bicara , saya sedang binggung nih , bantu saya tolong lah please ..” kata Herbert dengan suara merendah , dan mengiba.

Kembali langkah Linda terhenti , Linda menatap wajah Herbert . “ serius saya sedang ada problem dengan pacar saya , dia berselingkuh , membuat saya sakit hati .. “ kata Herbert lagi , lalu dia duduk di sofa , sambil kedua tangannya memegang kepalanya .

Linda menjadi sedikit simpati , lalu berjalan mendekat , “ apa yang bisa saya bantu ..” .
“ bantu saya , beri saya pendapat kamu , kasih saya jalan keluar. Tolong saya tak bisa berpikir..” jawab pria itu . Linda tertegun . “ tapi ini masalah pribadi bapak , saya tak bisa ikut campur..” .

“ saya tidak minta kamu ikut campur , tapi beri saya nasehat , langkah apa yang harus saya ambil ..” kata pria itu lagi . “ baik pak ...coba saya bantu ..” kata Linda . “ Begini ceritanya Lin , eh lebih baik kamu duduk dulu deh ..” pinta pria itu .

Linda pun duduk di sofa itu , dan pria itu berkisah . Tentunya dia berkisah palsu . Herbert bukan seorang cowok yang baik . Dia suka memainkan wanita wanita . Itu sebabnya dia menyewa bungalow tersebut , tujuannya hendak mencari cewek di tempat clubbing , lalu membawanya ke bungalow itu , nanti malam .

Tapi dia bertemu Linda yang tadi di pergokinya sedang mengintip . Ini kesempatan buat Herbert . Dia pun mencoba merayu Linda , dengan segala tipu dayanya .

Herbert pun bercerita tentang pacarnya dan Herbert juga tentang bagaimana dia dan pacarnya melakukan hubungan sex . Yang tentu saja membuat Linda tersipu tapi juga terangsang .

Setelah Herbert selesai dengan dongengnya dan Linda mendengarnya dengan seksama , lalu Herbert bertanya “ bagaimana menurut pendapat kamu Lin , apa saya pantas menerimanya kembali ? “ . Linda terdiam .. sepertinya Linda serius berpikir .

Saat itu Herbert berdiri , dia membuka kulkas , “ Linda , mau minum apa .. “ tanyanya . “ eh gak usah pak ..gak apa apa..” jawab Linda . Herbert lalu menuangkan minuman ringan dan tanpa sepengetahuan Linda , Herbert memasukkan obat perangsang di minuman ringan itu . Lalu menyajikannya pada Linda . “ ayo , di minum , terus pikirkan , bantu saya ..tolong..” katanya .

“ gah usah pak , enggak enak ..saya pelayan di hotel ini ..” kata Linda . “ loh , apanya pelayan , saya anggap kamu teman baik saya dan saya berharap kamu juga bisa menganggap saya teman kamu .. dan jangan panggil pak , panggil Herbert .. please..” katanya lagi dengan nada merayu ..

Linda mengangguk dan tersenyum , penampilan Herbert yang modis dan wajahnya yang ganteng serta kata katanya yang merayu tentu membuat Linda terbuai .

“ minum dulu Lin ..” kata Herbert . “ ma kasih pak ..eh Herbert..” kata Linda tersenyum .
Dan minuman ringan yang tercampur obat perangsang tanpa rasa itu , segera mengalir masuk ke tenggorokkannya , lalu beredar dalam tubuhnya . Obat perangsang itu akan segera di serap oleh tubuh gadis cantik itu dan mempengaruhi system syaraf di otaknya .

“ Linda gimana , apa pendapat kamu ..” tanya Herbert . “ eh gimana yah , kalau kamu memang mencintainya , gak ada salahnya koq menerimanya kembali ..” jawab Linda.
“ ha .. tapi ..dia pernah selingkuh , sampai begituan loh ..aku gak bisa terima ..deh kayaknya ..” kata Herbert lagi . “ eh ..yah udah ..kalau kamu memang gak bisa . yah tinggalkan aja “ kata Linda lagi .

Obat perangsang itu sepertinya mulai bereaksi . Linda tampak gelisah . Dia duduk dengan tidak nyaman . “ itu saya juga sudah pikirkan , tapi saya benci sendiri , kecuali kalau kalau….” . Kata Herbert terputus , membuat Linda penasaran . “ kalau apa ..” .
“ kalau kamu mau menjadi pacar saya..” kata Herbert .

“ ha… gak bisa …ah..” kata Linda . Linda merasakan ada gejolak yang hebat di dalam tubuhnya . Semua kata kata Herbert membuat hatinya berbunga . “ Linda kamu sudah punya pacar …” tanya Herbert . Linda menggeleng . “ nah kebetulan dong.... jadi pacar saya yah ..please ..” rayu Herbert .

Linda semakin tak bisa berpikir Jernih , di tambah rayuan rayuan Herbert yang terus di lontarkannya . “ Linda kamu cantik sekali , …” . Linda hanya tersipu , lalu Herbert berkata lagi “ Linda boleh saya mencium kamu ..”
Dorongan obat perangsang itu begitu kuat membuat syaraf syaraf di otak Linda tak bisa bekerja sempurna . Libidonya meningkat , tak terkontrol . Linda mengangguk , sambil memejamkan matanya . Tanpa membuang waktu Herbert mulai mencium bibir mungilnya. Melumatnya mendesak masuk lidahnya ke dalam mulut Linda , menggelitik langit langit mulutnya .

Detak jantung Linda meningkat tajam , Herbert yang berpengalaman itu tahu Linda sudah mulai terangsang. Herbert mulai merabai dadanya yang masih tertutup t-shirt putihnya itu , Linda merintih. ” jangan Bert.. malu ..” . Herbert menjilati lehernya , ”sayang , saya suka sama kamu , jangan kawatir tenang aja , nikmati ..” . Linda benar benar tak kuasa menolak semua itu , dia hanya pasrah menikmati permainan Herbert.

Kembali Herbert menciumi bibir Linda lagi . Linda pun membalasnya dengan penuh nafsu . Dengan cepat Herbert melepas t-shirt putih yang di kenakan Linda . Linda sama sekali tak bisa menolak . Dadanya telah terbuka ,dia memakai bra putih . Tangan Herbert dengan cekatan melepas bra putih . Kini matanya bebas menatap buah dada , milik Linda itu.

Buah dada yang terbuka itu tak luput dari sentuhannya . Tubuh Linda gemetar , baru kali ini buah dadanya di sentuh tangan pria . Putingnya yang kecil ke merahan juga di mainkan dengan liar oleh jari Herbert . Linda mendesah “ ahh.. .. ehhh ….ahhh Bert ohh … “ erang Linda.

Lidah Herbert pun menjulur , menjilat putting susu Linda yang tampak menonjol keluar . Linda sudah sepenuhnya di kuasai birahi . Herbert dengan bernafsu melumat , menyedot buah dada Linda . Membuat Linda semakin birahi . Suara erangan nikmat Linda terdengar , menambah gairah Herbert .

Tangan Herbert pun mencari resleting rok hitam Linda dan membuka resleting itu . Herbert pun melepas roknya , pangkal pahanya masih terbalut celana dalam putih . Tangan Herbert dengan lembut meraba raba paha putih mulus Linda, Linda yang sudah terpengaruh dengan obat perangsang itu seakan tak lagi berkuasa atas tubuh nya .

Perlahan kedua tangan Herbert mengelus elus paha putih Linda , Sambil sedikit demi sedikit merenggangkan kedua kakinya , Herbert dapat jelas melihat bercak basah , cairan nikmat yang merembes dari vagina Linda membasahi selangkangan celana dalam putihnya . “ sayang , saya cinta kamu , saya akan membahagiakan kamu .. ..” ujar Herbert di telinga Linda, lalu menjilati daun telinga Linda sehingga membuatnya terangsang geli .

Satu sentuhan lembut , jari Herbert tepat di selangkangan celana dalam putih milik Linda. Membuat suara erangan birahi keluar dari mulut Linda. “ AAhh …… “ . Lidah Herbert terus aktif menyapu putting susu Linda, buah dadanya tampak mengeras karena
nafsu . Di sertai getaran getaran jari Herbert di atas selangkangan celana dalamnya , membuat tubuh Linda bergejolak .

Pengaruh obat perangsang itu begitu kuat membuat Linda tak bisa bertahan lama dengan birahinya.. “ ohh .. ahhh .. sudah Herbert aku gak tahan lagi .. ..” erang Linda ketika jari Herbert bergerak semakin cepat di selangkangan celana dalamnya . Herbert tidak berhenti , jari itu bergetar semakin liar , Putting susunya juga di jilat cepat . Tubuh Linda mengejang , Linda menjerit menikmati orgasmenya

Rasa nikmat yang berbeda dan baru pertama kali di rasakannya . Nafasnya masih memburu di sertai degup jantungnya yang berdetak cepat . Herbert pun menciumi bibir indah Linda “ sayang , kamu merasa nikmat ..” tanyanya . Herbert pun mendiamkan gadis itu , sebentar , sambil terus menciumi bibirnya dengan mesra.

Kemudian tangan Herbert perlahan melepas celana dalam putih Linda yang telah basah itu . “ Bert ..jangan ..saya malu …” kata Linda, dengan tangannya berusaha menghentikan tangan Herbert . Tapi usaha itu sia sia , tangan Linda sepertinya kehilangan tenaga . Tangan Herbert tak bisa di hentikan , sampai celana dalam Linda lepas dari tubuhnya.

Herbert melihat bukit kemaluan Linda dengan bulu bulu tipis yang sangat merangsang itu . Dengan dua jarinya , bibir vaginanya di kuak lebar oleh Herbert . Linda mengerang . Mata Herbert menatap vagina Linda , dengan liangnya yang rapat serta basah . Klitorisnya tampak memerah dan membesar . Lidah Herbert menjulur menjilati klitorisnya . Lagi lagi Linda mengerang nikmat .

Rasa rasa nikmat yang belum pernah di rasakannya . Saat klitorisnya bersentuhan dengan lidah seorang pria . Rasa yang selama ini cuma ada dalam fantasi liarnya sekarang tengah di rasakan dengan sesungguhnya.

Jilatan lidah Herbert di klitorisnya terus membangkitkan nafsu birahi Linda . Sebentar saja Gadis itu telah kembali birahi . Linda terus mengerang kenikmatan . Lendir vagina Linda mengalir terus .Rasa nikmat dan gatal mendera klitorisnya yang tegang terangsang .

Dan tubuhnya kembali menegang . “ ahh… enak… ahhh ahhh..enak..” erangnya . Lidah Herbert terus bergerak menyapu klitoris dan membawa Linda kembali mengejang kerena orgasme . Tubuh Linda pun kembali lemas .

Setelah beberapa saat , Herbert membawa tubuh bugil Linda dan membaringkannya di ranjang itu . Linda berjalan agak gontai dan sempoyongan , tubuhnya terasa lemas dan tenaganya seperti hilang .

Sekarang Linda telah berbaring di ranjang itu . Herbert pun mulai membuka pakaiannya sendiri . Penisnya yang tegang itu sudah siap untuk memasuki tubuh linda . Herbert menghampiri Linda . Sambil mengangkat kepala Linda , Herbert meminta Linda mengoral penisnya . “ ah ..jangan ..saya gak bisa ..” kata Linda .

“ ayo coba saja .. jilat dulu saja ..” pinta Herbert . Perlahan tangan Linda menyentuh daging bulat panjang itu . Baru kali ini dia memegang penis seorang pria . Tangan Linda yang lembut terasa nikmat bagi penis Herbert .

“ ayo , sayang , jilatin dong ..” rayu Herbert . Linda sedikit ragu untuk melakukan hal itu . Tapi Herbert terus mendesaknya . Lidah Linda pun menjulur dan menjilati ujung penisnya . Tapi Linda tak mau mengulum penis itu . Herbert mendorong penisnya hingga ke mulut Linda . Tapi Linda mengatup mulutnya rapat .

“ ayo dong ..sayang , kulum ..dong..” pinta Herbert . Linda pun perlahan membuka mulutnya . Penis itu segera melucur masuk ke dalam mulutnya .. “ ufff …ughh …. “ suara Linda tertahan penis itu . Herbert menggerakkan penisnya dalam mulut Linda .
Tapi Herbert tak begitu menikmati oral sex dari Linda , Linda tak berpengalaman sama sekali .

Herbert memutuskan untuk segera mencicipi tubuh gadis cantik itu . Herbert semakin mendekat tubuh Linda , Herbert menatap penuh nafsu wajah cantik Linda . Dia membuka lebar kedua kaki Linda dan menahannya .Kepala penisnya sudah menempel tepat di bibir vaginanya .

Linda memejamkan matanya dan dia bersuara lemah “ saya masih perawan .. saya takut Herbert… “ ibanya . Herbert tercengang mendengar kata Linda . “ apa betul dia masih perawan ..” pikirnya dalam hati . “ Linda sayang ..tenang saja ..saya akan pelan pelan koq ..” kata Herbert .

Penis Herbert perlahan mendesakkan penisnya masuk lebih dalam , membuka belahan vagina Linda . Linda meringis , Penis itu pun bergerak masuk lebih dalam . “ ahhh .. sakit.. stop sakit Bert .. ..” erang Linda .

Herbert pun benar benar menikmati jepitan erat vagina Linda . Dia mulai menggoyang , menarik keluar batang penisnya dan mendorong masuk kembali dengan pelan dan lembut . Linda mengerang setiap kali penis Herbert menusuk liang vaginanya .

Setelah beberapa kali penisnya keluar masuk , Herbert menarik habis batang penisnya keluar dari liang vagina Linda . Dan dia melihat ada bercak merah di sprei kasur . “ gila ..nih cewek benar benar perawan ..” katanya dalam hati .

“ aghh … sakit ..udah ..stop …” erang Linda ketika Herbert kembali memasukan batang penisnya ke vagina Linda . Herbert benar benar menikmati jepitan erat otot otot vagina perawan itu . Gerakan penisnya lambat , walau begitu Linda tak sepenuhnya menikmati . Tapi itu tak lama , semakin Herbert mendekati puncak birahinya , semakin cepat pula penisnya bergerak dalam liang vagina Linda yang perawan itu .

Gerakkan Herbert pun makin lama semakin liar . Penisnya terus bergerak keluar masuk , membuat Linda mengerang ke sakitan . Herbert tak peduli lagi ., yang di rasakan hanya nikmat tubuh Linda .
Penisnya terus bergerak keluar masuk . Gerakkan Herbert semakin cepat , menghentak hentak keras dan tiba tiba Herbert menekan habis batang penisnya dalam liang vagina Linda .

Saat itu Linda merasakan cairaan hangat sperma Herbert telah memenuhi vaginanya . Perlahan Herbert mencabut batang penisnya dan sebagian dari spremanya keluar dari liang vagina Linda beserta darah perawannya .

Linda merasakan seluruh tubuhnya lemas . Juga ada rasa nyeri di vaginanya . Herbert membelai kepala Linda dan mencium bibirnya . Tak lama Linda tertidur pulas .

>>>

Bunyi bip yang terus menerus dari jam tangan digitalnya membangunkan tidurnya .
Jam 5.30 , yah ini memang saatnya untuk bangun dan mempersiapkan diri untuk kerja .
Tapi pagi ini berbeda dengan pagi pagi sebelumnya , tubuh Linda tertidur tanpa busana dan dia masih merasa nyeri di vaginanya .

Linda pun bangun dari ranjang itu , dia mencari pakaianya yang berantakan tergeletak di sofa . Dia memakainya , matanya berkeliling mencari Herbert , tapi dia tak menemukannya .

Linda duduk di sofa itu , termenung tentang kejadian semalam . Linda ingat semuanya , dia sadar telah melakukan hubungan intim dengan seorang pria yang sama sekali tak dikenalnya . “ mengapa bisa terjadi , mengapa saya bisa semudah itu menyerahkan diri saya pada cowok itu ..” pertanyaan itu memenuhi otaknya ..

>>>

“ Linda , eloe dari mana ? ” tanya temannya yang melihatnya . “ enggak , dari depan aja…” jawab Linda . “ yah udah , sana ganti baju ..pakai seragam .. gua mau tidur nih..” kata Susan , yang baru saja berganti shif .

Linda pun segera masuk , ke kamar mandi , dia membasuh tubuhnya . Membersihkan vaginanya dari sisa sisa sperma Herbert . Ada rasa penyesalan yang dalam di hatinya . Tapi mau apa lagi .. Linda pun meneruskan mandinya itu .

Setelah selesai mandi , Linda pun segera memakai baju seragamnya lagi , dan siap bertugas .

__________________
Tamat