Oh My God... Enak Tenan

Kira2 jam 3 sore, sedang enak2 nya baca koran di ruang tamu rumah mertuaku sambil minum kopi, Si Ami ( anaknya adik ibu mertuaku yang masih duduk di kelas 1 SMU dan adiknya Asih ) datang menghampiriku lalu duduk di kursi sebelahku dengan wajah yang agak serius. Ooom, Ami mau ngomong sedikit dengan Om ( menceng juga si Ami ini, aku masih terhitung Masnya kok malah di panggil Om ). Aku jadi agak deg-degan melihat wajah Ami yang serius itu dan aku jadi yakin kalau yang ngintip tadi malam itu pasti dia, tapi dengan mencoba menenangkan diri aku bertanya pelan .Ami ..ada apa kok .kelihatannya serius benar..sih ? Ami mau cerita ke Ibu dan mbak Sri, soal Om tadi malam dengan mbak Asih.., sahut Ami dengan ketusnya. Lho lho tenaaang..sedikit dong Aaam , Om kok nggak mengerti maksud Ami, jawabku dengan sedikit gemetar. Aaaaah .Om ini .pura2 nggak mengerti .. padahal Ami melihatnya cukup lama apa yang Om lakukan dengan mbak Asih dikamarnya.

Aku jadi benar2 kaget mendengar kata2 Ami, yang rupanya cukup lama melihat apa yang aku kerjakan dengan Asih, tapi aku masih berusaha tetap tenang dan berpikir

masak sih kalah dengan anak kemarin sore ? Ami , kataku lirih tapi tetap kubuat agar setenang mungkin, jadi ..Amiii .lama melihatnya ? Kok Ami .sampai tahu sih , tanyaku lagi. Dengan tetap menunjukkan wajahnya yang serius segera Ami menceritakan bahwa tadi malam, sewaktu selesai kencing di kamar mandi dan mau kembali ke kamarnya, samar2 seperti mendengar orang sedang merintih. Karena berpikiran pasti ada yang lagi sakit, lalu Ami mencari dari mana datangnya suara rintihan itu dan ternyata datangnya dari kamar mbak nya. Tetapi karena rintihannya terdengar bukan seperti rintihan orang sakit, Ami membatalkan niatnya untuk masuk kamar Mbaknya tetapi hanya mengintip lewat korden yang menutupi pintu kamarnya Asih yang setengah terbuka dan diperhatikannya agak lama. Ami segera meninggalkan kamar Mbaknya dan lalu pergi tidur karena Ami menyangka kalau aku melihatnya sewaktu wajahku menatap ke arah pintu kamar Asih.

Ooooh .., Ami melihatnya cukup lama .yaaaa ? jadi tahu doong semuanya, kataku seperti bertanya tapi nggak mendapat jawaban dari Ami yang tetap membisu. Amiii .., kataku tetap lirih sambil kupegang tangannya, toloooong .dooong . Am ., jangan cerita ke orang lain apalagi ke Ibu dan mbak Sri, Ooom janji nggak ngulangi lagi deeeh dan oom mau deh bantu Ami apa saja..asaaal .Ami nggak cerita-cerita, kataku lanjut. Ami tidak segera menjawab kata2ku dan juga nggak berusaha melepas tangannya yang kupegang, tapi tiba2 Ami menarik tangannya dari peganganku dan balik memegang tanganku sambil mengguncangnya serta berkata .jadiiiii Oom mau bantu Amiiii ? Mendengar kata2 Ami terakhir ini, dadaku terasa agak plong. Amiii , seperti kata Oom tadi, Oom akan bantu Ami apa saja .asaaaal .Ami janji nggak cerita-cerita, jawabku dengan sedikit penuh kehawatiran, kataku. Jadiii apa yang bisa Oom bantu buat Ami ..? tanyaku melanjutkan. Amiii .janji..deeeh Oom, cuman Ami saja yang tahu, kata Ami lalu diam sebentar. Oom .begini.., kata Ami lalu dia menceritakan kalau pacarnya mau Ulang Tahun besok dan Ami mau mentraktir makan dan memberikan hadiah ultah pacarnya, karena dulu dia juga diberi hadiah sewaktu ultah, tetapi waktu kemarin minta ke ibunya bukannya dikasih tetapi malah dimarahi. Setelah Ami menyelesaikan ceritanya, lalu kutanya ..Amiiii ., Ami butuh uang berapa..? Ami nggak segera menjawab, tapi kemudian katanya .yaaaa .terserah..oom saja seratus ribuu juga boleh oom, katanya sambil meremas tanganku yang dari tadi di pegangnya.

Nggak kusangka aku bisa diperas oleh anak kecil, tapi yaa..apa boleh buat daripada rahasia terbongkar, kataku dalam hati sambil terus kucabut dompetku dari kantong belakang dan mengeluarkan uang sebesar 250 ribu dan kusodorkan ke tangan Ami sambil kukatakan niiiih ..Am .oom kasih 250 buat Ami ..tapii .sekali lagi janjii..lho .yaaaa ? Ami menyambut uang yang kusodorkan sambil memelototkan matanya seperti tidak percaya serta berseru ..betuuul .niiih ..oom ? dan aku menjawabnya dengan senyuman saja dan tiba2 Ami berdiri, memelukku sehingga kedua teteknya yang kurasa lebih kecil dari teteknya Asih kakaknya menempel di dadaku serta terus mencium pipiku sambil berseru maa kasiiiih .yaaa Ooom . Ami.. janjiii deeeeeh dan langsung mau lari ngabur karena kesenangan. Tetapi langkahnya tertahan ketika tangannya kupegang dan segera kukatakan .Amiiii .tunggu dulu dooong kita ngobrol dulu . mumpung nggak ada orang. Ngobrool ..apaan sih..Oom, tanya Ami sambil duduk kembali di kursinya.

Ami ., oom mau tanya yaaaa ., tadi malam Ami melihatnya sampai lamaaaa . sekali .kenapa siiiih ? pasti Ami pernah melakukannya juga yaaa dengan pacar Ami ?. Aaaahh ..Oom siiih .mancing mancing, jawab Ami sambil ketawa cekikikan.
Bener kan .Am ? Buat apa sih Oom .mancing2, lihat dari jalannya Ami saja, Om sudah yakin kok kalau Ami sudah pernah, kataku sedikit serius agar Ami mempercayai omongan bohongku, padahal dari mana tahunya kataku dalam hati. Ami sepertinya sudah termakan dengan omonganku, lalu sambil menggeser kursinya mendekati kursi yang kududuki Ami segera bertanya bee tul yaaa Oom ? Jadi kira2 Ibu apa juga tahu .Oom ? Aduuuuh .mati..saya Oom, kalau Ibu sampai tahu ? kata Ami sedikit sedih dan ketakutan. Karena aku sudah bisa menguasai Ami, lalu kuteruskan saja gombalanku. Amiii ., coba deh ceritain ke Oom dan Om juga yakin kalau Ibu nggak akan tahu, karena sesama wanita biasanya nggak bisa melihat gelagat2nya, kataku dan kelihatannya Ami percaya betul dengan gombalanku.

Setelah diam sebentar dan mungkin Ami sedang berpikir dari mana mau memulai ceritanya, lalu setelah menarik nafas panjang kudengar Ami mulai bercerita beginiii .. oom .. Untuk menyingkat cerita, jadi pada prinsipnya Ami sudah dua kali melakukan dengan pacarnya yang duduk di kelas 2. Pertama, dilakukan dirumah pacarnya, tapi baru saja nyenggol barangnya Ami, eh..sudah moncrot dan yang kedua katanya kira2 dua minggu yang lalu dan kembali dilakukan dirumah pacarnya, barang Ami terasa sakit sewaktu pacarnya mulai menusukkan barangnya, tapi ketika Ami baru memegang barang pacarnya, eh..tiba2 barang pacarnya mengeluarkan cairan putih dan langsung letoi, katanya Ami sambil terus ketawa cekikikan.

Oom .., apa sih enaknya gituan, tanyanya Ami kok nggak pernah merasakan apa2, tapi yang tadi malam sepertinya ..mbak Asih .kok terus2an .merintih keenakan dan Oom juga begitu, katanya lagi. ..memangnya ..enak.. yaaaa .oom ? Gila juga anak2 sekarang ini, pikirku, sudah berani berbuat sejauh itu padahal Ami baru kelas 1 SLA. Yaaaa .enaaak doooong Miiii, kataku sambil kuusap-usap salah satu pipinya yang terasa sangat mulus dengan punggung tanganku dan kelihatannya Ami mendiamkan saja dan menikmati usapan itu. Pacar Ami saja yang .payah yang nggak bisa membuat Ami enak .memangnya .Ami kepingin yaaaa, sambungku.
Iiiiiihhhh .Oom .genit aaaah, jawab Ami sambil menepuk pahaku agak keras lalu terdiam sesaat seperti sedang berpikir. Oom .., kata Ami sambil terus berdiri dari kursi Ami mau pergi dulu ..yaaaa mau cari2 hadiah Oh iyaaa..Oom yang tadi terima kasih yaaa ,katanya lagi sambil terus beranjak meninggalkanku, tapi baru beranjak selangkah Ami segera berbalik melihatku sambil berkata .Oom , nanti malam tolong ajarin Ami pelajaran kimia yaaa ? Karena takut Asih curiga lalu kujawab saja permintaan Ami Nggak mau ah Am, besok siang saja nanti mbak Asih curiga. Lho .Om Tris .nggak tahu..yaaa kalau mbak Asih dan Ibu tadi pagi pergi ke Surabaya mau lihat Bapak ? Apa..tadi nggak pamit..Om ? kata Ami sambil terus pergi tanpa menuggu jawabanku.

Malam harinya setelah selesai mendengarkan Dunia Dalam Berita dan beranjak mau mengunci pintu2 rumah mertuaku lalu terus tidur, muncul si Ami dari rumahnya sambil agak berlari dan memegang pintu yang akan kututup serta langsung berkata ..lho Oom sudah mau tidur ? Iyaa Am om sudah ngantuk, jawabku malas. Yaa oom kok gituuuuu .katanya mau ngajarin Ami .ayooo..dong Oom ajarin pelajaran kimia, rengek Ami sambil mengguncang tanganku. Melihat Ami hanya pakai celana pendek dan baju yang cekak sehingga perut dan pusarnya kelihatan, memdadak kantukku jadi hilang, lalu sambil keluar dari pintu dan menutupnya dari luar, lalu kujawab ayooo .kalau mau Ami begitu .

Ami duduk ditempat di satu satunya tempat duduk yang diduduki oleh Asih kemarin di meja makan sambil membuka buku pelajarannya dan karena nggak ada kursi lain, aku berdiri dibelakang kursi yang diduduki Ami. Ketika aku menuliskan dan menerangkan rumus2 kimia, aku hanya menjulurkan kepalaku kesamping kanan kepala Ami dan sesekali kualihkan pandanganku kedalam baju Ami dan terlihat tetek Ami yang kecil tanpa memakai Bh. Melihat ini kontolku mulai berdiri didalam celana pendek yang kupakai, sedangkan Ami tetap serius mendengarkan keterangan2 yang kuberikan dan tidak menghindar atau menjauhkan badannya kala aku beberapa sengaja menempelkan pipiku ke pipinya.

Pada saat Ami sedang menulis jawaban soal2 yang kuberikan, kudekatkan wajahku ke wajahnya dan segaja kuhembuskan nafas ku ke dekat kupingnya sehingga Ami sambil terus menulis berkomentar Oom ..nafasnya.. kok panas ? Komentar Ami nggak kujawab, tapi segera kucium pipinya dua kali dan Ami segera menghentikan menulisnya dan berkata oom ..jangaaan . nakaaal dooong ., sambil kembali mau menulis. Karena nafsuku semakin meningkat dan Ami hanya mengatakan begitu, keberanianku semakin bertambah dan pelan2 tanganku menyelusup lewat baju pendeknya bagian bawah dan kudekap kedua tetek Ami yang kecil itu serta kuremas pelan, dan Ami kulihat melepaskan pinsil yang di pegangnya dan menutup kedua matanya sambil berdesah lirih..Ooom ssssssshhh .. jaa ngaaan oooom .dan memegang serta meremas pelan kedua tanganku dari luar bajunya. Sambil tetap kuremas remas teteknya, segera wajahku mencari bibir Ami dan kucium dan Ami seperti kesetanan melumat bibirku dengan ganasnya sehingga dalam benakku terlintas pikiran anak sekecil ini kok sudah pintar berciuman. Dengan masih tetap kudekap kedua teteknya dan berciuman, kugunakan kekuatan badan dan sikuku untuk merubah posisi kursi yang diduduki Ami dan setelah kuanggap baik, sambil tetap kucium bibirnya kupelaskan dekapan tangaku pada teteknya dan kuraih kedua pahanya serta kubopong badan Ami serta kukatakan ..Amiiii .. kitaaaa .kekamar ..mbak Asih ..yaaaa , Ami tidak menjawab tapi hanya memegangkan tangannya ke bahuku.

Kutidurkan Ami ditempat tidurnya kakaknya dan segera kuangkat bajunya dari bawah serta kujilat dan kuisap-isap tetek Ami yang masih terbilang kecil, maklum baru kelas 1 SLA tapi sudah berani belajar ngewe dengan pacarnya dan Ami meremas-remas rambutku sambil mendesah Ooooom ooom sssssshhhh .. ssssshhh . ooooom. Kuteruskan jilatan dan isapanku di kedua teteknya bergantian dan kugunakan tangan kananku berusaha mencari dan membuka celana pendek Ami dan setelah kutemukan ternyata celana pendeknya memakai resleting. Kubuka resletingnya pelan2 dan kususupkan tanganku kedalam Cdnya serta kuelus permukaan memeknya yang kecil dan terasa masih licin dan mulus seperti punya bayi tanpa ada bulu2 nya dan ketika kuelus permukaan memeknya, terasa Ami menggerakkan pinggulnya pelan dan masih tetap dengan desahannya yang kudengar semakin agak teras oooooomm . sssssshhhh .. ssssshh oooom. Lalu sambil mengelus memek Ami yang cembung, kuselipkan jari tengahku di belahah memeknya dan terasa sudah basah sekali dan jari telunjukku itu kutekan agak masuk dan kuusap-usapkan sepanjang belahan memek Ami dan ketika sampai di itilnya yang terasa kecil, kuusap-usapkan di seluruh itilnya sehingga membuat Ami menggelinjang agak keras dan mendesah semakin kuat ooom ..ssssshhh ..ooom ..jaaaa ngaaaan oooom .ssssshhh..dan desahan ini membuat nafsuku semakin tinggi dan kontolku semakin tegang dan agak sakit terjepit celana pendekku.

Perlahan-lahan aku menurunkan badanku kebawah dan jilatankupun sudah disekitar perut dan pusarnya, dan kedua tanganku kugunakan melepas celana pendek dan celana dalam Ami bersamaan, sedang tangan Ami masih tetap meremas-remas rambut dan kepalaku. Sambil melepas kedua celananya, mulutku sekarang sudah sampai di memeknya yang menggembung mulus tanpa bulu2 sama sekali dan tercium bau aroma memek yang khas. Karena Ami masih tetap merapatkan kedua kakinya, lalu kugunakan kedua tanganku untuk membuka kedua kakinya. Pertama-tama agak susah karena Ami berusaha menahan supaya kakinya tetap rapat sambil terdengar rintihan desahannya.. oooom ..jaaaaa ngaaaaaaan ..oooom suuuu .daaaah .ooom, tetapi ketika lidahku kujulurkan dan kujilatkan sepanjang belahan memek Ami yang agak terbuka itu, pertahanan kaki Ami untuk tetap merapat itu sudah hilang dan kedua kakinya dapat kubuka lebar dengan mudah dan terlihat bagian dalam memek Ami yang basah dan kemerahan itu dan malah terasa Ami menaik naikkan pinggulnya tapi tetap mengeluarkan rintihannya ..ooooom ..suuuu daaaah oooom .ssssshhhh .oooom.

Semakin Ami mendesah atau merintih, nafsuku semakin kuat dan kujilati seluruh bagian memek Ami dan sesekali itilnya kuhisap-hisap membuat desahan Ami semakin kuat dan kedua tangannya semakin keras meremas-remas rambut dan menekan kepalaku sehingga seluruh wajahku terasa basah semuanya dengan cairan yang keluar dari memek Ami, dan beberapa saat kemudian kurasakan gerakan pinggulnya naik turun semakin cepat dan jambakan di rambutku semakin kuat serta desahannya semakin keras oooooohh ..ooooooh .oooom aduuuuuuh ..oooom sssssshhh ..aaaaaahh ..oooooh.. dan aku jadi agak kaget karena tiba2 kepalaku terjepit kedua kakinya yang dilingkarkan dibadanku serta kepalaku di tekan kuat2 kedalam memeknya serta tubuhnya bergerak kekiri dan kekakan sambil mgngeluarkan erangan agak kuat .aaaaaaaaah aaaaaah aduuuuuh ..ooooom aaaaahh oooom .enaaaaaaaaaaaak, lalu Ami terkapar diam, kedua kakinya yang tadi menjepit kepalaku jatuh diatas kasur disertai nafasnya terengah-engah dengan cepat, rupanya Ami telah mencapai orgasmenya.

Aku hentikan jilatanku di memeknya dan merangkak keatas dan kupeluk Ami serta kuelus elus rambutnya, serta merta dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal, Ami menciumi pipiku serta berkata oooom .aduuuh kook .begitu yaaa rasanyaaaa.

Itu..belum seberapa .Am .., nanti pasti Ami akan merasakan yang lebih enak lagi, kataku meyakinkannya sambil tetap kuusap-usap rambutnya dan kucium pipinya . Ami tidak menjawab tapi malah menutup kedua matanya dan kelihatan sedang mencoba mengatur nafasnya.

Setelah kuperhatikan nafas Ami mulai teratur, lalu sambil kucium pipinya kubisiki.. Amiiii .sekarang ..Oom..boleh masukin punya .oom .ke punya Amiii ., Ami yang masih menutup matanya tidak segera menjawab. Setelah kutunggu sebentar dan tetap tidak ada jawaban lalu kuulangi bisikanku didekat telinganya .boleeeeh .. Aaaaam ? dan Ami membuka matanya sebentar dan melihatku dengan wajah yang agak khawatir serta menjawab tapi dengan suara agak lirih yang hampir2 tidak terdengar ooom ..Ami ..ta kuuut oooom. Takut apa Am .,tanyaku pelan .oom . nanti pelan2 koook ..nggak apa2, sambil pelan2 kunaiki badan Ami dan kupegang kepalanya dengan kedua tanganku serta kuelus-elus rambutnya serta kucium kedua pipinya bergantian, sementara kurasakan kedua kaki Ami bergerak agak terbuka sedikit, entah karena menghindar tindihan kakiku atau memberikan persetujuan permintaanku serta kudengar suaranya kembali yang pelan didekat kupingku ooom Amiiii .ta .. kuuuut ..jaa .ngaaaaan ..ooom.

Sambil kembali kucium pipinya, kubisiki Ami .Ammm .nggak..apa2 ..oom .pelan2 kok, sambil segera kugunakan tangan kananku untuk memegang batang kontolku serta mulai kuusap-usapkan kepala kontolku di belahan memek Ami, sedangkan Ami yang mungkin merasakan memeknya tergesek oleh kepala kontolku lalu dia membuka kaki nya lagi agak lebar. Kepala kontolku sekarang kumasukkan sedikit di belahan memeknya dan kuusapkan keatas dan kebawah beberapa kali sepanjang belahan memek Ami yang masih sangat basah. Lalu ketika kepala kontolku berada di bagian bawah memeknya dan kurasakan sudah tepat di lobang yang kutuju, lalu kucoba menekannya kedalam sedikit dan kusetop tekanan kontolku ketika terasa mentok. Karena nggak ada reaksi dari Ami, segera kutekan lagi kontolku lebih dalam dan kuperhatikan wajah Ami agak meringis sambil berkata agak berbisik aduuuuh ooom saa..kiiiiiit jaaaaa ngaaaan oooom dan mendengar suara ini segera ku hentikan tekanan kontolku kedalam memeknya. Setelah kudiamkan sebentar, kutekan lagi kontolku dan kembali kudengar Ooooom ..saa .kiiiiit, sambil kurasakan kuku Ami mencengkeram di punggungku.

Aku jadi berpikir, kata Ami kontol pacarnya sudah pernah masuk walau belum semuanya, kok sekarang sulit betul masuknya, padahal ukuran kontolku termasuk ukuran normal-normal saja. Setelah beberapa kali kucoba tekan dan setiap kali kuhentikan karena Ami berkata sakit. Pada tekanan kontolku yang entah ke berapa kali nya dan tekanan kontolku kulalukan agak kuat, tiba2 kontolku terasa seperti menyobek sesuatu crrrreeeeet ., terperosok sedikit lalu terjepit dan bersamaan dengan itu kudengar Ami agak berteriak aduuuuuuh . ooooom .. sakiiiiiit .. dan dari kedua matanya yang masih tertutup terlihat keluar air mata. Kuhentikan tekanan kontolku dan aku juga tidak berusaha untuk menariknya keluar, jadi kubiarkan kontolku terjepit di memeknya dan bisa kupastikan kalau kontolku saat ini sudah masuk sedikit dalam memek Ami. Lalu kulepas pegangan tanganku pada batang kontolku dan kembali kugunakan kedua tanganku untuk memeluk kepala Ami serta mengelus rambutnya serta kucium kedua matanya yang tegenang air mata.

Lalu kucium bibir Ami yang serta merta dengan matanya masih tetap merem mengimbangi ciumanku dengan menjulurkan lidahnya kedalam mulutku dan kesempatan ini kugunakan untuk menekan kontolku masuk lebih dalam ke memek Ami dan kulihat Ami merapatkan merapatkan matanya lebih rapat lagi serta melepas ciumanku serta berteriak kecil aaaaaaaaah sakiiiiiiiiit oooom dan kembali kuhentikan tekanan kontolku walau posisinya sekarang mungkin sudah setengahnya masuk kedalam memek Ami dan kembali kuciumi kedua pipinya dengan harapan Ami akan lebih tenang. Ketika kembali kucium bibirnya dan Ami kembali meladeni ciumanku dengan menjulurkan lidahnya kedalam mulutku, kembali kugunakan kesempatan ini untuk menekan kontolku masuk semuanya kedalam memeknya dan kulihat sekarang hanya memejamkan matanya lebih rapat lagi seakan menahan rasa sakit tapi ciumanku tidak dilepaskannya dan untuk sementara kudiamkan kontolku tanpa gerakan. Beberapa saat kemudian, sambil tetap masih berciuman kugerakkan kontolku naik turun pelan2 dan kulihat sesekali Ami lebih merapatkan kedua matanya seperti menahan rasa sakit. Tetapi lama kelamaan sambil tetap kumasuk keluarkan kontolku dalam memeknya, wajah Ami sudah tidak lagi kelihatan tegang lalu gerakan kontolku sedikit kupercepat dan aku tidak menyangka kalau sekarang Ami juga mulai menggerakan pinggulnya pelan2. Beberapa saat kemudian kuhentikan gerakan kontolku keluar masuk sambil kubisiki Amiiii ..coba Ami sekarang hentikan gerakan pinggul Ami dan konsentrasikan otot2 memek yang bagian dalam sehingga memek Ami bisa .menjepit dan menghisap ..kontol Oom.

Ami nggak menjawab tapi segera menghentikan gerakan pinggulnya dan diam sambil tetap masih memelukkan kedua tangannya di punggungku. Ooom ..Amiii ..nggak bisaaaaa , kata Ami lirih, cobaaaa teruuus Aaam tadi sudah terasa memek Ami .sudah menjepit-jepit ..cuma masih lemah, jawabku sambil kucium bibirnya. Kulihat Ami tetap diam tapi wajahnya dengan matanya masih tertutup, terlihat seperti lebih berkonsentrasi dan sekarang kurasakan jepitan-jepitan memek Ami terasa lebih kuat dan membuat kontolku lebih enak karena terpijit-pijit memek Ami dan kubisiki dengan desahanku dan sekalian memberitahukan kalau usahanya mempraktekkan pelajaran kilatku sudah cukup berhasil..Amiii yaaaa ..begituuuu Aaaam teruuus . enaaaaak aaaam . ooouuhhh .. yaaaaa begituuuu enaaaak .aaam, dan sehingga secara nggak sadar aku kembali menggerakkan kontolku keluar masuk memeknya lagi dengan agak cepat dan Ami pun segera menggoyangkan pinggulnya serta jepitan-jepitan memeknya pada kontolku terasa makin kuat dan kembali kudengar desahan Ami lirih ..Oooom ..ooom . ooouuhhh .ssssshhhh .oooouuuuhh . enaaaaaak ooom berulang-ulang sambil kedua tangannya menekan nekan punggungku dan kuimbangi desahan Ami dengan bisikan berulang ulang yaaaaa . Aaam ., teruuuus ..saa .yaaaang . aaaaaooohh . teruuuus . Aaam ., jepit yang keras Aaaam .aduuuuh . enaaak .sayaaaaaang. Mungkin merasa usaha menjepit-jepit kontolku berhasil dan mungkin menjadi terangsang dengan bisikan-bisikanku,

Ami semakin mempercepat gerakan pinggulnya dan tangannya semakin kuat menekan punggungku dan kadang terasa agak sakit karena kuku2 tangannya seakan menusuk punggungku serta desahannya semakin kuat terdengar ooooooh oooouuh ..ooom .. oooouuuh aduuuuuuh ..ooom dan kuimbangi ini semua dengan mempercepat kocokan kontolku keluar-masuk memeknya yang kayaknya sudah sangat becek dengan cairan2 sehingga sangat jelas terdengar bunyi ccccrrooot ..ccccrrrooottt cccrroooottt. Beberapa saat kemudian kurasakan gerakan pinggul Ami semakin cepat dan liar serta kepalanya digeleng gelengkan kekiri kekanan dan wajahnya menegang seperti menahan sesuatu dan tiba2 Ami mengeluarkan teriakan agak keras dan panjang, sambil menekankan tangannya kuat2 dipunggungku oooooouuhh .. aaaahhh . ooooooom .. aaaaacccrrrhh .. oooouuh . aaduuuuuuh .ooooom . aaaaaaaarrrccchhhh ..dan terus terkulai lemas dengan nafas terengah engah, rupanya Ami sudah mencapai orgasmenya.

Walaupun nafsuku sudah mendekati puncak tapi aku masih bisa menahan diri agar pejuku tidak keluar dan melihat Ami sudah terkapar lemas dan untuk memberi kesempatan Ami melepaskan lelahnya aku segera menghentikan gerakan kontolku keluar-masuk memek Ami, tapi masih tetap berada di dalam memeknya sambil kupegang kepala dan keciumi seluruh wajahnya. Setelah nafas Ami mulai agak teratur, sambil mencium pipiku Ami berkata lirih ooooom , Amiiiiii ..capeeeeeek ..ooom ., sudaaaaah yaaa ooom ? sambil tangannya terasa berusaha sedikit mendorong punggungku.

Amiii ., Oom kan belum selesai .sayaaaaaang ? Ami istirahat dulu saja sebentar sampai cepeknya hilang , sahutku lirih sambil kucabut kontolku dari dalam memek Ami dan tiduran disampingnya dengan tangan kiriku kuletakkan dibawah kepalanya sambil kuelus elus rambutnya serta tangan kananku kuremaskan pelan di salah satu teteknya yang kecil dan hanya terlihat menonjol sedikit karena Ami tidur terlentang dan Ami dengan masih merapatkan matanya, hanya diam saja dan memegangkan serta sedikit meremaskan tangan kirinya ke tanganku yang sedang mendekap teteknya.

Setelah berdiam beberapa saat, lalu sambil kucium pipinya segera kubisiki didekat telinganya Amiiiii masih capeeeek .yaaaaang ? Ami tidak segera menjawab bisikanku melainkan hanya sedikit meremaskan tangannya yang ada ditangan kananku, entah apa yang dimaksud dengan remasan ini. Setelah kutunggu sebentar dan masih tidak ada jawaban dari Ami, lalu segera kucium pipinya dan kubisiki lagi..Amiiii .., kalau sudah nggak capek ..tolooooong doong ..isap .punya Oom dengan .iniiii yaaa .sayaaaang , sambil ku letakkan jari tangan kananku di mulut Ami dan kembali kuremaskan di teteknya serta kucium lagi pipinya sambil menunggu jawaban Ami.

Ami membuka matanya sebentar seperti terperengah mendengar kata2ku tapi kemudian matanya ditutup kembali seraya menjawab lirih .Ooom ., Ami nggak bisaaa ..oom, Ami ..belum pernaaah. Aku segera menjawab dicoba . sayaaang, nanti juga bisa ., kataku sambil terus bangun dan memiringkan badan Ami kearah kanan serta aku duduk agak mengangkang sehingga kontolku sekarang sangat dekat dengan wajah Ami. Lalu kupegang tangan kanannya dan kubimbing serta kupegangkan di batang kontolku yang masih basah kuyup dengan cairan yang keluar dari memek Ami, mula2 jarinya seperti ditegangkan dan nggak mau memegang batang kontolku, tapi setelah kuremaskan tanganku di jarinya, sekarang jarinya sudah memegang seluruh batang kontolku walaupun terasa agak kaku sambil berkata lirih jaaaa ngaaaan .oooom. Kemudian dengan tanganku masih menggenggam jarinya yang sudah menggenggam kontolku, kubawa mendekati mulutnya dan sekarang kepala kontolku sudah menempel pada mulutnya dan mungkin karena merasa mulutnya ditempeli kontolku, Ami berusaha menggeleng gelengkan kepalanya lemah sambil dari mulutnya berbunyi ..hhhhhmmmm ..hhhhmmmm.. hhhhmmm tanpa kata2, mungkin karena takut membuka mulutnya.

Usaha ini terus kulakulan sambil menggeser-geserkan kepala kontolku di sepanjang mulutnya yang kecil mungil itu dan kadang2 sedikit kutekankan pada mulutnya yang semakin dirapatkan sambil tetap berbunyi hhhhmmm ..hhhmmm . hhhmmm.., tapi sekarang sudah tidak sering lagi menggelengkan kepalanya. Pada usahaku berikutnya, ketika kepala kontolku kembali kutekankan lebih kuat pada mulutnya yang masih tertutup rapat itu, dari mulut Ami masih terdengar bunyi hhhhhmm ..hhhhmmmm, tapi tiba2 kudengar dia mengatakan jaaaaa .ng dengan mulutnya sedikit terbuka, kesempatan ini nggak kusia siakan, segera kusodokan kepala kontolku pada mulutnya yang terbuka sedikit dan masuk seperempat batang kontolku kedalam mulutnya dan terdengar suara hhhhhppppp dari mulut Ami yang tidak sempat menyelesaikan kata2nya tadi karena sekarang sudah tersumpal oleh kontolku. Ayoooo .Aaam .tolooong .diisaaaap .yaaaang, kataku sambil kulepaskan tangan kananku dan kugunakan untuk mengelus elus rmbut Ami dan dari mulut Ami hanya terdengar benyi hhhhhmm .hhhhhmmm hhhhmmm tanpa mau menghisap apalagi menggerakkan mulutnya.

Terpikir dalam benakku, mungkin Ami nggak mau berbuat lebih jauh mungkin malu karena wajahku ada didekatnya, apalagi ini baru pengalaman pertamanya mengulum kontol orang. Lalu aku berusaha merebahkan badanku disampingnya sehingga sekarang kepalaku sudah berada di depan memek Ami ( posisi 69 ) dan aku menjadi agak kaget karena di bibir memeknya terlihat ada bekas darah yang sudah mengering. Aku jadi terpikir, kata Ami sudah pernah dengan pacarnya walau nggak masuk semua. Dasar Ami belum pengalaman, mungkin waktu itu punya pacarnya belum sampai masuk. Jadi aku rupanya yang beruntung dapat perawannya dan dengan agak was-was kucari di alas tempat tidur Ami mungkin ada tercecer disitu dan untungnya nggak ada, sehingga was-was ku menjadi hilang.

Segera saja kujilat jilatkan lidahku pada belahan bibir memeknya dan benar saja dugaanku tadi, sekarang Ami sudah berani menggerakkan tangannya yang memegang batang kontolku dan mulutnya maju mundur walaupun masih pelan2 sehingga membuat kontolku terasa enak dan secara nggak sadar aku menyuarakan Aaaam ..teruuuus aam .enaaaak .aduuuuh . enaaak . Yaaaang, teruuuus .sampai dalaaam yaaaang .sedooooot ..aaam, sedangkan dari mulut Ami hanya kudengar suara hhhhmmm ..hhhhhhmm hhhhhmm saja.

Karena posisi badan Ami yang miring dengan kedua kakinya bertumpu satu dengan lainnya, sehingga membuat memeknya Ami menjadi rapat dan ini membuatku sulit untuk menjilati dan menyedot lobang memeknya, lalu kuangkat kaki kirinya dan kuselipkan kepalaku diantara kedua kakinya, sehingga sekarang kepalaku bersandar pada kaki kanannya serta kugunakan kedua tanganku untuk memegang kedua bibir memek Ami dan membukanya lebar2 sehingga dengan mudah lidah dan mulutku menjilati dan menghisap bagian dalam memek Ami yang kemerahan serta penuh dengan cairan itu sehingga terasa seluruh wajahku seperti basah semua dan mungkin jilatan dan hisapanku ini membuat nafsu Ami semakin tinggi sehingga membuat Ami semakin cepat dan semakin dalam mengulum kontolku keluar masuk mulutnya dan sesekali disertai sedotan yang kuat serta kocokan tangannya di batang kontolku semakin cepat disertai suara yang keluar dari mulutnya hhhhhhmmm .hhhhmmm .. hhhhhmmm hhhmmm . semakin keras.

Ini semua membuat nafsuku semakin tinggi dan lagi lagi secara tidak sadar, kubalik dan kuangkat badan Ami sehingga sekarang sudah berada diatas tubuhku dengan memeknya menutupi seluruh mulutku dan sekarang makin leluasa mulut dan lidahku menjilati seluruh memeknya tanpa perlu harus membuka bibir memeknya dan kugunakan kedua tanganku bergantian kadang2 kucengkeramkan di pantatnya, kadang2 ku remas-remas kedua teteknya yang kecil dan memijat badannya dan posisi ini pun yang ada diatasku , rupanya membuat Ami lebih bebas sehingga Ami dapat memaju-mundurkan mulutnya lebih jauh sehingga kadang2 kontolku terasa ditelannya semua dan kocokan tangannya lebih cepat dan Ami pun menggerak pinggulnya naik-turun dengan cepat sampai2 kadang2 terasa sulit bernapas karena hudingku tertutup memeknya. Hal ini berlangsung beberapa menit dan akhirnya aku merasa agak sulit mempertahankan agar pejuku jangan keluar dulu, lalu kudekapkan tanganku pada pantat Ami dan berteriak Aaammm .aaam ..ooom . nngak tahaaaaan ..mau .keluaaaaaar ayoooo .yang cepaaaat ..aduuuuhhh . aaam . aaaarrgg... aaacrrrhh, sambil kutekan kontolku kuat2 kedalam mulut Ami dan kutumpahkan pejuku didalam mulutnya dan yang kudengar dari mulut Ami hanya suara ..aaaaarcccrhhh ..aaaarrccrhh ..aaaarrccchhhhh sambil melepas kontolku dari mulutnya dan membantingkan badannya turun dari atas badanku.

Dengan nafasku masih terengah engah, aku memutar badanku dan sambil kupeluk dan kucium dahinya aku bilang Aaam ..terima..kaaa siiiiiiih .sayaaaaang, sedangkan Ami sambil mengelap mulutnya yang penuh dengan ceceran pejuku dengan tangannya lalu memencet hidungku sambil berkata Ooom ..jahaaat ..mau keluar nggak bilang2 .sampai ada yang ter telaaaan sambil terus memelukku dan mencium pipiku. Sambil balas kupeluk dan kucium bibirnya yang masih tercium bau pejuku, kubilang . saayaaaang . nggak apa apa, ..itu ..vitamin kooook.

Setelah berciuman beberapa kali, lalu kubilang Aam .sudah..malaaam .oom mau pulang yaaaa .terima kasih yaa Aaam, kataku sambil terus bangkit dari tempat tidur serta melihat lihat seluruh alas tempat tidur Ami, siapa tahu ada darah gadisnya yang tercecer dan untungnya nggak ada dan Ami pun segera bangkit dari tempat tidur dan segera mengenakan Cdnya sambil terus merangkulku dan mencium pipiku sambil berkata .Ooom , Ami . puaaas oom, dan setelah berhenti sebentar dia lanjutkan kata2nya Oom kalau nanti Ami kepingin lagiiii .gimana .doooong ? Lho kan ada pacarnya..Ami , kataku. Aaah nggak enak..oom .dia masih..bodo.

Setelah selesai kukenakan celana pendekku lalu aku pamit Aaam oom pulang yaaa.. dan sekali lagi Ami mencium pipiku sambil berkata..tidur .yang nyenyak yaa..oom.

Nah begitulah kawan2, true story yang kudapat selama cuti di rumah mertuaku yang secara nggak sengaja maupun direncanakan aku bisa meniduri 2 keponakanku yang sedikit bandel serta yang satu masih perawan dan mungkin nggak akan bisa terulang lagi.
__________________
Tamat