Aku Jatuh Cinta Pada Sherly

Asli karangan skyblue, ga ada unsur copas, mohon maap kalo mungkin kepanjangan ato kependekan, maybe fiksi, maybe real, tebak aja

Kenalkan, namaku skyblue, seorang mahasiswa di salah satu universitas terkenal di suatu provinsi di Indonesia, ciri-ciri yang melekat padaku adalah tubuhku agak tinggi, sekitar 180-an cm, dan agak lansing tapi tak terlalu kurus, kulitku putih karena aku adalah keturunan Chinese, sedangkan penisku bisa dibilang cukup besar, putih dan panjang, menurut teman-temanku aku memiliki muka yang tampan, bukannya sombong, tapi sudah dari dulu sejak aku menatap seorang gadis dia akan tertarik padaku, dan berusaha mencari perhatianku, tapi tak ada yang menarik perhatianku, semuanya hanya kuanggap teman biasa, aku memiliki nafsu yang tak terbendung, aku punya segudang film porno di komputerku, dan tak sering aku melakukan onani untuk meredam nafsuku.

Kebiasaanku yang utama adalah suka bepergian keluar rumah bersama teman-temanku ataupun pergi ke pesta pernikahan bersama ayahku, suatu hari saat aku sedang santai, terdengar suara ayahku,

”sky, bentar pergi ke pesta, ya?kamu cepat siap-siap”
“Oke, deh”, jawabku singkat

Aku memang suka pergi ke pesta, di sana banyak orang baru yang bisa kutemui, termasuk banyak juga cewek-cewek cantik yang mungkin bisa menarik perhatianku, akupun segera mandi dan mengambil baju kemeja hitamku, dan jeans panjang, lalu kupakai sepatu kets putih Converseku, lalu akupun naik ke Honda Jazz hitamku, disusul ayahku, lalu kukendarai sampai ke tempat yang dituju, sebuah hotel ternama.

Sesampainya di sana, kuamati sekelilingku, seperti biasa, sekumpulan orang yang sedang berbicara, sekumpulan orang yang diam-diam saja, ruangan ini terlihat sangat mewah dengan dekorasi yang mantap, maklumlah, hotel ternama, kamipun menuju 1 meja yang bangkunya masih bisa diduduki 2 orang, ternyata orang di meja itu adalah teman sekolah ayahku dulu, mereka pun berbcara dengan riang, aku tersenyum melihat mereka, seperti anak-anak saja, kulirik sebelahku, ternyata seorang gadis yang sangat cantik, keturunan Chinese juga, kulitnya putih bersih, rambutnya panjang, dengan muka yang bisa dibilang paduan cantik dan imut, payudaranya tak terlalu besar tapi padat, dan kulihat dia memiliki tubuh yang lansing, dia memakai gaun pesta warna biru, cukup lama juga aku terpana melihatnya, dan di sebelahnya gadis yang lebih dewasa, mungkin kakaknya, ciri-cirinya lumayan juga, payudaranya agak besar, rambutnya sependek bahu, tubuhnya juga lansing, dan dia memakai gaun pesta warna merah, tapi aku lebih tertarik pada gadis yang di sebelahku, sampai gadis di sebelahku berbalik ke arahku dan memandangiku dengan senyuman yang manis,

“Hai”dia menyapaku
“Hai”jawabku singkat seolah-olah tak tertarik padahal aku sangat tertarik
“Boleh kenalan?”dia memajukan tangannya padaku tanda ingin berkenalan
“Boleh, namaku skyblue, kalo kamu?”aku membalas dengan menjabat tanggannya yang mulus
“Sherly, kalau yang disebelahku ini kakakku namanya Sheila”katanya sambil menunjuk orang disebelahnya, sementara Sheila tersenyum padaku dan memajukan tangannya padaku, tangan Sheila mulus juga.
“Orang yang ayahmu temani bicara itu ayahku, yang disebelahnya ibuku”kata Sherly menjelaskan
“Oh, kamu kelas berapa sekarang?”tanyaku pada Sherly
“um, aku kelas 3 SMA, kalo kamu?
“Oh, kalo aku sudah kuliah, non”kataku disertai senyuman manisnya, sungguh membuat gairahku bangkit.

Kamipun berbincang-bincang, Sheila lebih banyak diam sambil kadang mencuri pandang ke arahku, sedangkan Sherly menjadi teman ngobrolku selama pesta berlansung, ayahku tak terlalu memperhatikan kami, karena dia juga sudah mendapat teman ngobrolnya, selama berbicara, kadang kuperhatikan wajah manis Sherly, dan juga payudaranya yang agak timbul karena pakaiannya agak ketat, kontan saja penisku berdiri keras, pikiranku sudah lari kemana-mana, tapi aku berusaha konsentrasi dan tetap berbicara padanya, sampai waktu berlalu sekitar 2 jam, pesta pun berakhir, ayahku menawarkan temannya untuk diantar pulang, temannya setuju saja, karena dia pada awalnya ingin naik taksi, yang berarti Sherly dan Sheila juga ikut, aku sih sangat senang, kesempatan untuk tahu rumahnya, siapa tahu suatu saat dia mau menjadi milikku, maka aku akan menjadi pria yang sangat beruntung.

Setelah kami semua sudah naik, kutanyakan pada teman ayahku rumahnya di mana, setelah itu aku pun mengerti dan segera menjalankan mobilku, suasana di mobil hanya diisi oleh obrolan ayahku dan temannya, kami lebih banyak diam, sambil aku terus membayangkan Sherly, sesampainya di rumah yang dimaksud, teman ayahku mengajak ayahku untuk masuk sebentar melihat rumahnya, ayahku setuju-setuju saja, begitupun aku, kumatikan mesin mobilku, dan kami masuk kedalam, rumahnya besar juga, Sherly mengajakku ke kamarnya sebentar, akupun mengikutinya, dan diapun menanyakan nomor hpku, kuberikan saja, dan aku juga menanyakan nomornya, kami mengobrol cukup lama juga, dan kami tiba-tiba terdiam, saling berpandangan, kumajukan kepalaku perlahan, Sherlypun nampaknya menutup matanya, bibirkupun menyentuh bibirnya lembut, lidah kami saling beradu layaknya seorang kekasih, kami berciuman sampai tiba-tiba Sheila masuk dan cukup kaget juga, kamipun kaget, wajah Sherly kulihat merah padam, kami berciuman dan ketahuan, tapi aku berusaha tenang,

“Ih, cece masuk kamar ga ketuk-ketuk”kata Sherly tertunduk malu
“Ada apa, Sheila?”tanyaku pada Sheila yang masih terlihat bengong
“Oh, iya, ayahmu manggil, tuh, sudah mau pulang katanya”jawabnya
“Oke, deh, Sher, aku pulang dulu, ya”kataku pada Sherly yang mukanya masih merah, diapun tersenyum
“Oke, deh, sampai jumpa”
“Sampai jumpa”

Kamipun pulang ke rumah, pikiranku tertuju pada Sherly, gadis cantik yang sudah memberiku first kiss, aku dulu punya pacar, tapi setiap mau kucium, dia menolak, tak seperti Sherly, sungguh aku jatuh cinta sekaligus nafsu padanya, cepat kugocokkan penisku sambil membayangkan Sherly, dan, seperti biasa, banyak juga yang keluar, sekitar beberapa hari aku menerima sms Sherly, dia mengajakku jalan-jalan, tentu saja kukabulkan, segera kubalas smsnya tanda mengiyakan, akupun bersiap-siap dan jam 12 siang aku menjemputnya,

“Halo, sky”, Sherly naik ke mobil dan memberiku senyuman yang sangat manis, akupun terpesona
“Halo, Sher”jawabku sembari memberikan senyuman

Kamipun berjalan-jalan di mall, layaknya orang pacaran, padahal belum, cukup lama juga, sampai sekitar jam 5, Sherly sudah mau pulang, dan akupun mengantarnya, sesampainya di depan rumahnya, dia memintaku mampir sebentar, tentu saja kuturuti, siapa tahu kali ini bisa mendapatkan yubuhnya, kamipun ke kamarnya dan di rumah ini tak ada siapa-siapa,

“Ayah & Ibu lagi ke rumah nenek, katanya nenek sakit, Sheila lagi sama temannya”kata Sherly membuka pembiacaraan
“Wah, kamu ditinggal sendiri, dong?”tanyaku
“Iya, sky, kamu bisa temenin aku, ga?takut nih sendiri di rumah”tanyanya

Tak kusia-siakan kesempatan itu, di dalam rumah sepi hanya ada aku dan seorang gadis cantik, pikiranku lansung dipenuhi pikiran kotor, nafsuku semakin menjadi-jadi, kuanggukkan kepalaku dan dibalas oleh senyuman manis Sherly.

Kamipun mengobrol-ngobrol sebentar hingga akhirnya kami terdiam dan tiba-tiba Sherly memajukan kepalanya ke kepalaku, akupun mengerti, Sherly mencintaiku, akupun menyayanginya, kuberikan ciuman penuh kasih sayang padanya, sekali lagi kami berciuman layaknya sepasang kekasih, ciuman ini sangat mesra, lembut dan perlahan, aku mengadu lidahku dengan lidahnya, kadangkugigit pelan bibirnya yang sexy itu, hingga penisku rasanya sudah menegang hebat, perlahan kusentuh payudara Sherly, lalu kuremas perlahan semntara ciuman kami masih berlanjut, saat kuremas Sherly mengeluarkan suara, tapi dia tetap membiarkannya dan akupun melanjutkannya, hingga perlahan kulepas ciumanku darinya, lalu kubuka bajunya perlahan, kulirik Sherly dan dia mengiyakan, kubuka kaos putihnya, terlihat payudaranya yang montok dan padat dibungkus sebuah bra berwarna putih, lalu kubuka kait branya, terpampanglah sepasang payudara padat berwarna putih dengan puting kecil berwarna merah muda, awalnya Sherly berusaha menutupinya, tapi segerra kupegang tangannya, dan kukulum lagi bibirnya, lalu kuarahkan tanganku untuk meremas payudaranya yang kenyal itu, sungguh kenyal dan padat, lalu kulepas ciumanku dan aku sedikit menundukkan kepalaku, kukulum putih merah muda di payudaranya, sambil kadang kugigit perlahan yang membuat Sherly menjerit nafsu, sementara tangan kananku meraba dan meremas payudara kanannya.

Lama juga kunikmati bermain dengan payudaranya, lalu perlahan aku berhenti dan membuka kancing roknya, Sherly awalnya menolak, tapi setelah kucium lagi dan kukulum putingnya, akhirnya dia pasrah juga, rok kotak-kotak warna birunya kubuka, terlihat olehku celana dalam polosnya yang berwarna putih, agak basah karena mungkin Sherly sudah terangsang, kupelorotkan perlahan celana dalamnya, lalu kucium aromanya, sungguh harum dan nikmat, kulihat vagina Sherly, masih berwarna merah muda, di sekelilingnya tumbuh bulu yang tidak terlalu lebat karena mungkin sudah pernah dicukur, kuraba perlahan vagina Sherly yang membuat Sherly menjerit perlahan, vaginanya becek, kujilat perlahan mulai dari vagina dan klitorisnya, sungguh kenikmatan yang tak dapat dituangkan dengan kata-kata, kujilat vaginanya sambil Sherly mengerang lembut.

Kuinstruksikan Sherly untuk membuka bajuku, celanaku dan celana dalamku, sampai terpampanglah penisku yang menegang hebat, Sherly melihat penisku, dan dia menyentuhnya, kuinstruksikan dia untuk mengocok dan mengulumnya, Ah, sunggu nikmat hisapan Sherly, namun sampai hamper keluar, kusuruh dia berhenti, kubaringkan Sherly di tempat tidur, rasanya aku sudah siap membobol perawannya, tapi aku agak kasihan juga

“Sher, ga apa-apa nih?kamu rela aku merenggut keperawanan kamu?”tanyaku ragu
“Ga pa-pa, sky, aku sayang n cinta ma kamu, kamu boleh kok merenggut keperawanan aku”kata Sherly sambil dia tersenyum

Aku sangat senang mendengar kata itu, aku berusaha untuk memasukkan penisku ke vaginanya, agak susah juga, karena dia masih perawan, namun aku tetap berusaha, sambil kujilat vaginanya, tak lama kemudian, akhirnya penisku mulai masuk dan kurasakan cairan hangat, darah perawan Sherly, Sherly menjerit keras, dia meneteskan air mata pada wajah indahnya, , dan wajahnya dipenuhi keringat, dan ekspresi wajahnya sungguh menggairahkan, aku memajumundurkan penisku di dalam penis Sherly, kulakukan perlahan agar Sherly tak merasa perih, setiap kudorong, Sherly menjerit keras, tapi lama-lama akhirnya berubah menjadi rintihan nafsu dan kenikmatan.

Aku terus memajumundurkan penisku di dalam vagina Sherly yang masih sempit, kurasakan otot vaginanya yang memijat lembut penisku, sungguh nikmat, sementara Sherly merintih nikmat dan tubuh kami masih bergoyang, tubuh kami dipenuhi butiran keringat,

“Ahh, ahh, ahh, sky, aku mau keluar”teriak Sherly

Kurasakan cairan hangat membasahi penisku, Sherly mengalami orgasme pertamanya, kami beristirahat sebentar dan kuintrusksikan Sherly untuk doggy style, dia pun menungging, ke arahku, lalu kumasukkan penisku ke dalam vaginanya sambil tanganku meremas payuadaranya yang padat, aku terus memajumundurkan penisku di vaginanya, Sherly menjerit dan merintih, air matanya keluar, dan tubuhnya yang putih itu sungguh memancing nafsuku, kulakukan terus permainanku diikuti dengan rintihan dan jeritan Sherly

“Ah, oh, ahhh, enak, sky, ahhhh”

Tak lama kemudian vagina Sherly mengeluarkan cairan orgasmenya, saat orgasme Sherly menjerit hebat, kurasakan kenikmatan yang sangat pada penisku, penisku sudah mau mengeluarkan cairannya juga, cepat kukeluarkan dari vaginanya dan kukocokkan dengan cepat di depan wajah cantik Sherly, crott, spermaku keluar dengan cepat, akupun membersihkan wajah dan tubuh Sherly, kami mandi bersama, lalu kuganti sprei yang tadi sudah terkena darah perawan Sherly, kamipun naik ke tempat tidur dengan keadaan telanjang, lalu kami berpelukan mesra sambil kadang kucium dahi, bibir, dan pipinya tanda aku sayang padanya,

“Sher, aku cinta banget ma kamu, kamu mau ga jadi pacar aku?”
“Aku juga sayang ma kamu, sky, tentu saja aku mau”jawab Sherly sambil tersenyum

Aku senang dengan jawabannya, kembali kucium bibirnya dengan singkat, dan karena kelelahan kami berdua tertidur dalam keadaan telanjang.
__________________
• TAMAT •